Rabu, 21 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
pacific-globalgroup.compacific-globalgroup.com
pacific-globalgroup.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Tagihan Listrik Membengkak, Ini Salah Kaprah Pensi...

Tagihan Listrik Membengkak, Ini Salah Kaprah Pensiunan soal Hemat Energi

Banyak pensiunan justru boros energi karena salah kaprah. Kenali kesalahan umum dan cara menghindarinya di rumah.

Tagihan Listrik Membengkak, Ini Salah Kaprah Pensiunan soal Hemat Energi

Gue sering ngobrol sama tetangga yang sudah pensiunan, dan polanya mirip terus. Mereka mengeluh tagihan listrik naik, padahal merasa sudah "berhemat". Tapi begitu gue lihat isi rumahnya, ada saja yang bikin geleng-geleng kepala. Bukan karena mereka boros sengaja, lho. Justru sebaliknya—mereka terlalu hati-hati sampai salah langkah.

Nah, di artikel ini gue mau bahas kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan penghuni rumah senior soal hemat energi dan perawatan barang. Bukan buat menggurui, tapi biar kita sama-sama nggak jatuh ke lubang yang sama.

Mematikan Alat Elektronik Tapi Lupa Cabut Colokan

Ini kesalahan paling klasik. Banyak pensiunan rajin mematikan TV, radio, atau charger HP setelah dipakai. Kelihatannya sudah hemat, kan? Sayangnya, selama colokan masih menancap di stopkontak, sebagian perangkat tetap menyedot listrik. Namanya standby power atau listrik hantu.

Memang jumlahnya kecil per alat, tapi kalau ada lima sampai delapan perangkat yang terus begini sepanjang hari, sebulan bisa jadi lumayan. Saran gue simpel: pakai stopkontak dengan saklar, atau cabut colokan yang memang nggak dipakai. Nggak perlu ribet, kok.

Baca juga: prabowo soal pengorbanan politik

Hemat energi itu bukan soal pelit, tapi soal sadar ke mana listrik kita pergi.

Mengira Semua Lampu Harus Diganti LED Sekaligus

Banyak yang langsung beli lampu LED semua di rumah karena dengar-dengar lebih hemat. Padahal kalau lampu lama masih bagus dan jarang dinyalakan, menggantinya justru pemborosan uang di awal. Gue pernah lihat tetangga ganti semua lampu, termasuk yang di gudang yang cuma dinyalakan sebulan sekali. Ya nggak masuk akal, kan?

Yang lebih bijak: ganti dulu lampu yang paling sering menyala—ruang tamu, dapur, kamar mandi. Setelah itu baru pelan-pelan. Hemat energi itu soal prioritas, bukan soal beli banyak barang baru.

Merawat Barang dengan Cara yang Justru Merusak

Ini yang sering luput. Pensiunan biasanya punya banyak barang awet—kulkas tua, mesin cuci, kipas angin—yang ingin dirawat supaya tahan lama. Tapi cara merawatnya kadang keliru.

Kulkas yang Terlalu Sering Dibuka-Tutup

Contohnya kulkas. Ada yang saking sayangnya, pintu kulkas dibuka-tutup terus buat memastikan isinya masih dingin. Justru itu bikin kompresor kerja ekstra dan listrik boros. Biarkan saja tertutup rapat, dan pastikan karet pintunya masih menempel baik. Kalau sudah keras atau retak, ganti—harganya murah, dampaknya besar.

Mesin Cuci yang Diisi Setengah-Setengah

Mesin cuci juga gitu. Banyak yang mencuci sedikit-sedikit karena takut mesin cepat rusak. Padahal mencuci setengah kapasitas berulang kali lebih boros listrik dan air dibanding sekali jalan dengan muatan penuh. Selama nggak overload, isi penuh justru lebih efisien.

  • Jangan menyimpan kulkas di dekat kompor atau sinar matahari langsung—kompresor jadi kerja berat.
  • Bersihkan filter AC dan kipas angin secara rutin; debu bikin motor bekerja lebih keras.
  • Cabut charger dan alat kecil setelah dipakai, jangan biarkan menancap semalaman.
  • Ganti lampu yang paling sering dipakai dulu, bukan semuanya sekaligus.

Membeli Barang Baru Padahal yang Lama Masih Bisa Diperbaiki

Ini agak ironis. Justru karena ingin hemat, sebagian orang cepat membeli pengganti begitu barang rusak sedikit. Padahal banyak barang rumah tangga—setrika, kipas, bahkan kulkas—masih bisa diservis dengan biaya jauh lebih murah daripada beli baru. Gue sendiri pernah hampir beli kipas baru, ternyata cuma perlu ganti kapasitor seharga dua puluh ribuan. Jauh lebih hemat, dan barang lama tetap terpakai.

Tips gue, cari tukang servis langganan yang jujur. Tanya dulu perkiraan biayanya, baru putuskan. Kalau biaya perbaikan sudah lebih dari setengah harga baru, baru pertimbangkan ganti.

Hemat Itu Soal Kebiasaan, Bukan Barang Mahal

Banyak yang mengira hemat energi butuh investasi besar—beli alat mahal, pasang panel surya, dan sebagainya. Padahal untuk kebanyakan rumah pensiunan, yang paling berdampak justru kebiasaan kecil sehari-hari. Matikan lampu saat keluar ruangan, jemur cucian daripada pakai pengering, masak dengan tutup panci tertutup. Sepele, tapi kalau konsisten, tagihan bisa turun.

Gue percaya, generasi pensiunan ini sebenarnya paling paham arti hemat. Cuma kadang informasinya sudah usang, atau tertukar dengan mitos lama. Jadi mulailah dari satu perubahan kecil minggu ini. Nggak perlu langsung sempurna—yang penting jalan dulu. Lama-lama jadi kebiasaan, dan dompet ikut senang.

Tags: hemat energi rumah tangga pensiunan perawatan barang tagihan listrik